7 Manfaat Kesenian untuk Anak

Kreativitas
Manfaat seni untuk anak usia dini, manfaat seni untuk anak SD,
pixabay image

 

Kesenian tidak hanya menjadi sarana untuk mengekpresikan rasa keindahan dari dalam diri anak, tapi juga sebagai dasar bagi setiap aspek pembelajaran anak usia dini. Carol Seefeldt & Barbara A. Wasik mengatakan bahwa program pendidikan anak usia dini tidak akan ada yang berhasil tanpa menekankan pada aspek kesenian.

Dengan seni, anak bersenang-senang dalam kebermaknaan, bukan hanya bersenang-senang tapi buang-buang waktu. Amelia Hirawan mengatakan, senang jika tidak bermanfaat hanya akan buang-buang waktu, namun bermanfaat kalau tidak dilakukan dengan kegembiraan akan menimbulkan efek kurang baik pada anak. Seni adalah bersenang-sengan dengan penuh nilai pembelajaran.

Inilah 7 manfaat penting kesenian yang akan menjadi pondasi program pendidikan anak usia dini:

Mengasah Kecerdasan Emosional

Kesenian mengajarkan anak untuk mengungkapkan perasaan dan emosi secara aman. Para psikolog dan terapis telah mengungkapkan bahwa seni sangat bermakna bagi anak karena telah memberikan ruang bagi anak untuk berproses dengan dunianya sendiri serta menjadi ruang untuk mengekspresikan emosi positif maupun negatif. Anak-anak akan belajar memahami dunia melalui ragam karya yang mereka buat. Tentu anak-anak akan merasa gembira dan bahkan bangga akan karya yang dihasilkan. Bagi anak yang kemampuannya bahasanya belum maksimal, maka seni dapat menjadi media utama untuk mengekspresikan perasaannya.

Mengajarkan Pemecahan Masalah

Dengan mengajarkan sebuah karya seni, maka anak-anak sebenarnya diajak untuk memecahkan ragam masalah dari banyak kemungkinan. Bagaimana membuat tangan-tangan menancap pada bentuk tanah liat? Warna apa yang ingin digunakan? Kesenian membuat anak-anak mempunyai banyak pilihan. Disinilah anak-anak akan belajar memecahkan masalah dari banyak kemungkinan.

Mempersiapkan Keberhasilan Masa Depan Anak

Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh engan kreativitas dan open-minded akan memiliki peluang lebih baik dalam perjalanan karirnya di masa depan. Kreativitas saat ini dan bahkan ke depan akan menjadi life skiil yang sangat dibutuhkan. Dan belajar kesenian dari dini adalah sumbu dari kreativitas.

Merangsang Otak Kiri dan Otak Kanan

Seni akan merangsang otak kanan dan kiri anak aktif. Seni mengajarkan kesadaran akan warna, bentuk, rupa, garis serta tekstur. Seni juga membutuhkan fokus, konsentrasi, serta koordinasi visual motorik anak. Kecermatan perencanaan dan pengukuran akan melatih dan mengebangkan otak kiri anak sementara pemilihan warna yang estetis yang melibatkan imajinasi anak akan mengembangkan otak kanan anak.

Miningkatkan Performansi Kepribadian

Aktivitas seni juga mampu meningkatkan rasa percaya diri anak, motivasi, komunikasi, serta kerja sama sesama anak serta simbol dan pengalaman mendalam dalam diri anak. Manfaat ini cukup penting untuk anak saat ini mengingat banjir gawai yang menimpa anak cenderung membawa ke sifat individualis. Dengan memperbanyak aktivitas kesenian, anak-anak akan belajar arti kerja sama dan membangun komunikasi aktif dengan teman-temannya.

Mengajarkan Keragaman Perspektif

Dengan aktivitas menggambar, melukis atau kesenian yang lain, peralatan yang sama, tapi ternyata menghasilkan karya yang berbeda. Anak-anak tak hanya belajar melalui pengalaman kongkrit dengan efek dramatis, tapi juga belajar bahwa yang dilakukan dirinya bukanla satu-satunya cara. Anak-anak akan belajar arti perbedaan dan keragaman.

Mengasah Keterampilan Motorik

Ketika anak-anak memegang kuas gambar, mereka belajar cara mengontrol krayon, cat dan gunting serta alat seni lainnya, maka mereka akan memperoleh keterampilan motorik. Ini akan sangat bermanfaat untuk keterampilan kegiatan menulis di kemudian hari.

Sumber Bacaan
Amelia Hirawan, Art is Fun; Peony’s Busy Book, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2014).
Carol Seefeldt & Barbara A. Wasik, Pendidikan Anak Usia Dini, penerjemah Pius Nasar (Jakarta: PT Indeks, 2016).