Agar Anak Senang Belajar

Tips

Didaksi.com−Ketika anak dilahirkan di dunia ini sebenarnya sudah melakukan proses belajar. Ketika anak ingin mengetahui tentang macam warna, nama-nama tempat, mengenal orang dan pelbagai ragam pengenalan yang dimulai dari kecil, semua itu adalah proses belajar. Tapi mengapa proses belajar yang sudah dimulai sejak lama itu ketika anak menginjakkan kaki di bangku sekolah proses belajarnya mulai mengendur. Untuk itulah butuh cara untuk membuat anak senang belajar

anak-anak, agar anak senang belajar

 

Belajar bagi anak seakan memasuki rimba yang angker yang menyeramkan. Kondisi seperti ini tentu menghambat proses belajar anak tak hanya pelajaran yang ada di kelas, tapi juga perkembangan psikososial anak. Untuk itulah, penting bagi orang tua untuk pertama kali menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Orang tua sangat dianjurkan atau bahkan menjadi wajib untuk mendorong agar anak belajar menjadi menyenangkan. Mendorong anak agar senang dalam belajar sejatinya menjadi pondasi utama untuk mengantarkan anak menjadi sosok .

Menerima Anak Apa Adanya

Langkah pertama adalah menerima anak apa adanya. Anak adalah manusia yang masih muda yang membutuhkan bimbingan untuk menjadi sosok manusia dewasa. Tiap-tiap anak mempunyai karakter dan keunikan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Orang tua yang baik menerima anak dengan segala bentuk kelebihan dan kekurangannya.

Ketika pada saat tertentu ada satu nilai mata pelajaran yang nilainya dibawah standar, orang tua yang baik tidak akan memvonis anaknya orang yang bodoh, pemalas atau bahkan konotasi bahasa yang menyudutkan anak-anak. Orang tua yang baik selalu berada dibelakang anak untuk terus membangun kepercayaan diri agar tidak putus asa dan mencoba masuk menyelami potensi anak. Janganlah membuat anak tambah takut ketika memperoleh nilai yang kurang baik. Orangtua harus percaya bahwa itu bukan bentuk kegagalan, tapi itu menjadi bagian dari proses yang mesti terjadi dan akan beranjak menjadi lebih baik.

Menciptakan Rasa Aman

Langkah selanjutnya adalah menciptakan rasa aman dan menyenangkan bagi anak ketika ada di rumah. Rasa aman dan menyenangkan membuat anak tidak merasa terbebani untuk belajar. Perasaan tidak terbebani membuat anak merasa senang dalam belajar. Kesenangan dalam belajar inilah anak akan melakukan eksplorasi dan eksprimentasi sebagai aktualisasi dari potensi anak. Inilah yang mesti dilakukan oleh orang tua ketika di rumah.

Perlu kita pahami, bahwa rumah bagi anak adalah tempat yang sangat menyenangkan. Orang yang ada di rumah semestinya memahami apa keinginan fisik dan psikis anaknya. Dan orang tua semestinya memberikan rasa aman dan menyenangkan sehingga rumah bagi anak menjadi tempat yang menyenangkan dalam belajar. Anak tak hanya sukses dalam memperoleh angka yang baik di sekolah, tetapi secara lebih jauh potensi yang terpendam dalam diri anak bisa diaktualisasikan dengan baik.

Orang tua secara lebih lanjut bisa melakukan komunikasi dengan anak secara lebih elegan dan egaliter. Kalau selama ini jalinan komunikasi itu dibangun dengan cukup hierarkis dengan orang tua yang menjadi aktor dan anak hanya menerima perintah, maka mulai saat ini semua itu harus dirubah menuju arah yang lebih elegan. Jadikanlah anak sebagai aktor untuk dunianya sendiri. Tanyakan pada anak apa yang sebenarnya keinginan dan apa yang sebenarnya menjadi hambatan dalam belajar.

Orang tua perlu mengatur jeda waktu istirahat Agar belajar di rumah menjadi menyenangkan. Dalam sebuah penelitian disebutkan, anak melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Setelah itu anak mengalami penurunan konsentrasi. Untuk itulah penting bagi orang tua agar setiap 20 menit anak melakukan jeda istirahat setelah itu baru dilanjutkan. Ini tentu akan lebih efektif dibanding dengan langsung melakukan proses belajar selama satu jam penuh tanpa ada jeda waktu istirahat.

Di samping itu juga, semangat dan motivasi anak akan kian maksimal apabila ada display belajar yang menarik di lingkungan rumah. Orang tua perlu memodifikasi ruang belajar anak menjadi lebih menarik. Paling tidak ada beberapa hal yang perlu disediakan oleh orang tua agar proses belajar anak tidak terganggu dan bahkan kian termotivasi.

Menurut Sativa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan.

  • Berikan cahaya yang cukup di sekitar tempat anak beraktivitas agar mata si kecil tidak mudah lelah dan juga supaya menghindari mata yang rusak pada anak. Hindari menggunakan lilin, lampu tempel, obor, ketika membaca karena cahayanya kurang. Lampu pijar yang terang lebih bagus dari lampu neon karena lampu neon bisa membuat mata anak lelah akibat lompatan elektron. Setiap ruang terutama ruang belajar, idealnya ada jendela menghadap ke ruang luar, sehingga untuk siang atau sore hari, anak bisa menggunakan cahaya pantul matahari.
  • Berikan udara yang segar dengan suhu temperatur yang tepat untuk menunjang belajar serta aktivitas anak di rumah baik di kamar, ruang belajar, ruang keluarga, dan lain sebagainya. Ventilasi ruang harus diatur agar cukup memadai untuk pertukaran udara.
  • Alat-alat belajar seperti buku-buku, pensil, penggaris dan lainnya merupakan sarana yang dapat menunjang keberhasilan dalam belajar. Alat-alat itu tergantung pada kebutuhan dan keperluan masing-masing seperti buku pelajaran, buku catatan dan lain-lainnya yang ada hubungannya dengan pelajaran. Alat-alat tulis, penggaris, busur, jangka, penghapus pensil dan lain-lain. Orangtua mestinya mengupayakan menyediakan alat-alat belajar yang dibutuhkan oleh anak. Anak akan lebih mudah dalam belajarnya jika buku-buku yang dia butuhkan tersedia demikian juga alat-alat yang lain.
  • Suasana lingkungan yang mendukung. Tanaman hijau dan segar serta perpaduan lukisan, poster serta gambar lain dengan warna yang cerah dapat membantu meningkatkan semangat belajar anak serta eksplorasi anak lebih aktif. Tanaman tumbuh-tumbuhan dapat membantu menyaring karbon dioksida dan menjamin ketersediaan oksigen di lingkungan tempat tinggal yang mendukung kegiatan belajar mengajar anak dan orang tua di rumah.

Sumber bacaan
Sativa, Kiat Cerdas Mendidik Anak, disampaikan dalam Pembekalan Orangtua Siswa Lembaga Bimbingan Belajar Adzkiya First Colledge 12 Pebruari 2009
pixabay image