Aktivitas Bermain Anak 1 Tahun

Mainan Edukatif

permainan, mainan anak 1 tahun

Didaksi.com−Bermain adalah aktivitas pokok anak-anak. Ibarat mobil, bermain adalah bahan bakarnya. Kalau mobil tak ada bahan bakar, maka mobil mogok. Bermain adalah bahan bakar yang menopang perkembangan kognitif, fisik motorik, serta kesehatan anak di kemudian hari.

Anak usia 1 tahun menurut indikator pencapaian perkembangan anak sudah merespons permintaan sederhana, bisa meniru ucapan atau tindakan. Menjelang ulang tahun pertama anak kian mampu untuk bekerja dengan dirinya sendiri. Anak sudah mulai berjalan tanpa bantuan serta mampu memindahkan objek-objek kecil dari dirinya. Anak sudah memahami untuk menolak dan menerima perintah. Anak juga mulai paham, tersenyum terhadap orang-orang yang baru dikenalnya.

Bacaan terkait

Permainan yang Berbahaya bagi Anak

Inilah beberapa aktivitas bermain yang cocok untuk anak 1 tahun:

1. Petak Umpet

Permainan peak umpet adalah permainan menghargai waktu untuk menyembunyikan benda-benda serta menunjukkan lagi. Benda-benda yang disembunyikan itu bisa berupa wajah, objek mainan lain yang sekiranya menantang untuk anak. Permainan Petak umpet memperkenalkan konsep benda-benda yang menghilang dan muncul kembali. Permainan ini pasti menguatkan ikatan awal untuk belajar bersama anak-anak.

Untuk memulai permainan ini, tariklah tangan Anda, kemudian sembunyikan wajah Anda di belakang tangan, atau kain atau bahkan bisa sembunyi dibalik furniture dan sejenis. Setelah itu, tanyakan pada Anak Anda, kemana dia pergi. Hal ini sangat penting untuk menggugah rasa ingin tahu anak.

Ketika anak sudah mulai tertarik untuk mengetahui, maka tunjukkan diri Anda dengan sedikit dramatis serta kata-kata indah, misal “cilukba’. Setelah itu, Anda bisa mengulangi permainan ini dengan cara variasi yang berbeda agar anak tak bosan, seperti jeda waktu yang berbeda, kata-kata yang digunakan juga berbeda serta objek yang dihilangkan dan yang ditampilkan juga berbeda.

2. Mobil-Mobilan

Mainan mobil-mobilan sangat disenangi oleh semua balita. Mainan mobil-mobilan sambil kebut-kebutan di permukaan lantai rumah. Tapi Bagi Anda bisa menjadikan mainan mobil-mobilan lebih seru dengan cara membuat arena dari kardus sehingga melahirkan tekstur yang berbeda dan lebih menantang untuk balapan.

Anda membutuhkan kardus bekas dan spidol serta ornamen lain untuk memperkaya format lintasan. Setelah itu Anda gunakan spidol untuk memberi tanda jalan balap, mulai dari start hingga finis. Setelah itu, pilihlah salah satu bahan dan isi satu bagian jalur balap agar lintasan bervariasi. Anda bisa menambahkan miniatur rumah-rumahan, serta bangunan lain untuk memperindah jalur balap. Ketika jalur balap selesai, maka berikan kepada anak Anda koleksi mainan mobil-mobilan serta biarkan dia menjalankan di area balapan yang telah dibuat.

3. Cermin Ajaib

Cermin ajaib adalah salah satu permainan yang menggunakan cermin sebagai alat. Permainan cermin ajaib tak hanya membuat anak senang, tapi anak juga bisa belajar kosa kata, keterampilan komunikasi serta konsep diri.

Untuk melakukan permainan cermin ajaib ini, Anda hanya perlu duduk di lantai dengan memangku anak sambil memegang cermin. Pastikan wajah Anda berdua harus terlihat jelas di cermin. Setelah itu, mulailah dengan bertanya serta menjawab, seperti, “Apa ini?’ ‘Ini hidungmu.’ “dimana pipimu?’ “Di sini pipimu?’.

Lanjutkan cara itu secara rutin hingga mengenal semua bentuk di wajah dengan cara yang tidak monoton. Agar tak bosan, Anda bisa menggunakan ekspresi wajah, seperti ekspresi gembira, sedih, lucu dan lainnya. Anda juga bisa menggantung cermin agar posisi tak melulu duduk.

4. Menebak Suara

Suara-suara yang terdengar di rumah bisa menjadi media untuk merangsang pengetahuan dan kepekaan anak sejak dini. Bagi kita yang sudah terbiasa, suara-suara itu terlewatkan karena otak kita secara berulang-ulang sudah disuguhi itu tiap hari. Tapi bagi anak usia dini, suara-suara yang terdengar di dalam rumah belum dikeahui sehingga apabila bermain tebak-tebaka dengan anak, aka permainan itu tak hanya membuat anak senag, tapi juga merangsang perkembangannya.  Itulah aktivitas bermain menebak suara.

Menebak suara adalah permainan yang mengajak anak untuk mengidentifikasi suara-suara yang didengar. Anak-anak akan belajar untuk menjadi pendengar yang cermat.

Untuk memulai aktivitas bermain ini, letakkan nampan di depan Anda dengan anak ada di sampingnya. Berilah objek-objek tertentu di di nampan. Terangkan pada anak bahwa kita akan bermain tebak suara. Mintalah anak untuk menyebut semua objek yang ada di nampan.

Setelah itu, tutup nampan dengan kain dan pilihlah salah satu objek yang ada di bawah kain, seperti sendok nasi. Ketukkan objek yang telah dipilih dan mintalah anak untuk mendengar suara objek tersebut dan tanyakan suara apakah itu. Kemudian ambil objek itu dan tunjukkan pada anak.

Anak perlu diajak untuk membuat suara yang sama dalam setiap objek sehingga anak tersebut terlatih untuk mengidentifikasi berdasarkan dengan kemiripan suara. Terus ulangi permainan ini hingga anak mampu mengenal secara menyeluruh objek-objek yang ada di nampan.

Itulah beberapa aktivitas bermain untuk anak satu tahun. Aktivitas bermain Petek umpet, mobil-mobilan, menebak suara dan cermin ajaib hanya beberapa aktivitas saja dari sekian banyak aktivitas untuk anak satu tahun. Masih banyak aktivitas bermain lain untuk anak 1 tahun, apalagi saat ini mainan anak cukup beragam.  

5. Menggelindingkan Bola

Anak usia 1 tahun memeng belum mempunyai keterampilan menangkap bola, tapi mereka sudah bisa untuk mengirim bola dengan cara menggelindingkan. Aktivitas menggelindingkan bola akan melatih keterampilan motorik kasarnya dan koordinasi tangan dan mata.

Untuk melakukan permainan ini, Anda hanya membutuhkan bola bola pantai atau bola yang besar dan beratnya mirip.

Proses Bermain

  • Duduklah di lantai dengan kaki melebar
  • Ajaklah anak untuk duduk dengan cara yang sama secara berhadap-hadapan dengan jarak yang tak terlalu jauh
  • Mulailah dengan cara menggelindingkan bola kepada anak
  • Berilah contoh pada anak cara menghentikan bola dengan tangannya
  • Ajak anak untuk menggelindingkan kembali bola kepada Anda
  • Langkah ini dapat diulangi secara berulang-ulang

6. Band Dapur

Band Dapur adalah aktivitas bermain yang melibatkan peralatan-peralatan dapur, seperti cerek, panci serta sendok kayu untuk istrumen penghasil suara. Anak-anak akan merasa senang dengan ragam suara ketika memukul alat permukaan dari peralatan dapur. Aktivitas bermain ini dapat mengembangkan kecerdasan musikal dan melatih koordinasi motorik anak-anak.

Untuk melakukan permainan ini, Anda membutuhkan: sendok kayu, sendok logam, kumpulan cerek dan panci  bersama dengan penutupnya.

Proses Bermain

  • Tatalah objek-objek yang telah dikumpulkan dan tunjukkan kepada anak bagaimana cara menggunakan instrumen itu.
  • Sendok kayu dapat digunakan untuk memukul bagian atas panci, seperti drum.
  • Ketika anak-anak sudah dapat menggunakan ragam instrumen, maka Anda bisa juga memperkenalkan lagu-lagu kepada anak.

7. Ayo Mengenal Tubuh

Ayo mengenal tubuh adalah aktivitas bermain sambil bernyanyi. Aktivitas ini sangat membantu proses perkembangan bahasa anak dengan mengenal anggota tubuh serta dapat melatih kepekaan musikal anak.

Inilah lirik lagu yang bisa digunakan:

Dua mata saya yang kiri dan kanan
Satu mulut saya untuk berbicara
Dua mata saya yang kiri dan kanan
Dua kaki saya untuk berjalan-jalan

Lirik tersebut bisa Anda teruskan dengan babas sambil menunjuk anggota tubuh.

Cara bermainnya cukup mudah. Anda bernyanyi sambil menunjuk anggota tubuh sesuai dengan syair lagu.

Sumber Bacaan
Maja Pitamic, Child’s Play Permainan dan Aktivitas Montessori untuk Bayi dan Batita Anda, (Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2004)
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 tahun 2014