Aktivitas Bermain Anak 2 Tahun

Mainan Edukatif

permainan anak, mainan anak 2 tahun

Didaksi.com−Bermain bagi anak 2 tahun adalah belajar. Belajar mengenal ragam objek, berkomunikasi, serta berinteraksi antara satu dengan yang lain. Dengan bermain, anak menjadi sosok ilmuwan cilik yang meneliti, mengeksplorasi serta berkreasi. Untuk itulah, memperkenalkan aktivitas bermain sejak dini adalah kewajiban.

Baca juga:

Aktivitas Bermain Anak 1 Tahun

Indikator Perkembangan anak 2 Tahun

Melakukan aktivitas bermain atau memberikan mainan anak harus sesuai dengan tingkat perkembangannya. Anak usia 2 tahun, berdasarkan indikator perkembangan memiliki beberapa indikator:

  • Anak mampu memilih makanan yang disukainya
  • Anak mampu minta tolong dengan kata-kata pendek ketika menghadapi masalah
  • Anak mampu mengenal benda dengan menunjukkan fungsinya
  • Anak mampu mengenal benda dengan menyusun benda secara acak
  • Anak mampu menarik garis vertikal atau horizontal Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu memasukkan wadah yang sesuai
  • Anak mampu membalik halaman buku
  • Anak mampu menyobek kertas
  • Anak menguasai kosakata sekitar 50 kata dan mengerti beberapa ratus kata
  • Anak menggunakan pronomina (aku dan dia) dan preposisi (di atas, di dalam) dengan bahasa sederhana
  • Anak mengerti petunjuk sederhana
  • Anak senang bila dibacakan buku dan ingat cerita sederhana

Berdasarkan indikator perkembangan anak tersebut, maka ada beberapa aktivitas bermain anak yang cocok untuk anak 2 tahun:

1. Menebak Buah atau Sayuran

Aktivitas bermain ini dapat membantu anak mengembangkan indera perabanya dengan cara mengeksplorasi bentuk serta tekstur buah sayuran yang berbeda-beda. Anak-anak juga lebih mengenal ragam buah serta sayuran.

Peralatan yang dibutuhkan: 4 potong buah atau sayuran dengan ukuran, bentuk serta tekstur yang berbeda, seperti buah kentang, buah apel dan buah pisang, buah mangga; penutup mata atau bisa juga syal. Dalam perkembangannya nanti, Anda bisa menggunakan lebih dari 4 buah untuk terus meningkatkan pengetahuan anak.

Tahap-Tahap Bermain

  • Jelaskan kepada anak bahwa Anda menunjukkan kepadanya tentang permainan menebak buah serta sayuran.
  • Bawalah buah ke tempat aktivitas bermain. Tempat aktivitas bermain bisa di lantai atau di meja.
  • Letakkan buah di tempat aktivitas bersama dengan penutup mata.
  • Sebelum menggunakan penutup mata, tunjukkan dan jelaskan pada anak semua nama buah atau sayuran yang telah dipilih.
  • Kemudian pasang penutup mata.
  • Julurkan tangan untuk memilih buah atau sayuran. Anda juga perlu memberikan penjelasan tentang tekstur, bentuk dan ciri lainnya.
  • Menebak buah dan sayuran.
  • Lepaskan penutup mata dan berikan kepada anak penutup mata tadi untuk mencobanya. Kalau anak terganggu dengan penutup mata, kita bisa minta menutup dengan tangannya.

2. Menempelkan Bunga dan Dedaunan

Aktivitas bermain menempelkan bunga dan dedaunan dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak-anak. Aktivitas menempel juga mampu meningkatkan koordinasi motorik anak serta mendekatkan anak dengan kearifan lokal.

Untuk memulai, ajaklah anak jalan-jalan ke halaman untuk mengumpulkan ragam bunga, dau serta batang kering. setelah terkumpul, Anda membutuhkan buku gambar/kertas karton serta lem kertas.

cara bermainnya sederhana. Sebelum anak diajak untuk menempel bunga dan daun, maka cucilah terlebih dahulu. Setelah bersih, bimbing anak dengan memberi contoh dengan menempel sesuai imajinai anak-anak. Agar tak monoton, Anda juga bisa membuatkan sketsa pohon terlebih dahulu.

3. Memindahkan Bole Kecil

Memindahkan bola kecil dari satu tempat ke tempat yang lain dapat melatih ketepatan, kesabaran, serta koordinasi mata dan tangan anak. Kamampuan motorik anak akan lebih terasah.

Anda hanya membutuhkan beberapa bola kecil yang beragam warna serta 2 tempat untuk menampung bola-bola kecil itu.  Setelah itu beri petunjuk pada anak untuk memindahkan bola kecil itu satu persatu dari satu wadah ke wadah yang satunya.

4. Bermain dengan Jepitan Baju

Setiap kegiatan anak yang menggunakan jepitan baju sebagai alat permainan, maka itu akan melatih otot-otot jari si kecil yang nantinya akan bermanfaat untuk menopang keterampilan menulis anak di kemudian hari. Anak usia 2 tahun memang lebih baik dilatit otot-otot jarinya dengan menggunakan jepitan baju untuk permainan sebelum dia belajar menulis langsung menggunakan pensil.

Bermain dengan jepitan baju bisa dilakukan dengan menjepit kertas, menjepit tisu, menjepit objek-objek lain yang menjadi bahan mainan anak. Poin utama daari media jepitan ini adalah untuk melatih otot-otot jari anak.

5. Menyusun Balok-Balok

Membangun menara dari balok-balok dengan urutan yang telah ditentukan dapat mengasah keterampilan otot jari, koordinasi tangan mata serta dapat memperkenalkan matematika dengan konsep mengurutkan balok-balok berdasarkan pada bentuk dan ukuran.

Anda memerlukan balok. Untuk anak yang baru 2 tahun, cukup 5 balok, setelah itu Anda bisa menambahkan balok secara berjenjang sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

Caranya cukup mudah. Mintalah anak membantu Anda untuk menyusun balok-balok di area yang lapang. Setelah itu, duduklah bersama anak dan beritahukan bahwa Anda akan menyusun balok-balok menjadi manara. Susunlah balok denga memulai dari yang paling besar hingga balok yang paling kecil berada di paling atas. Setelah anak mengamati prosesnya, kini tinggal giliran anak untuk memulai menyusun dan membangun menara.

6. Melempar Bantal

Beraktivitas dan bermain dengan melempar bantal dapat melatih koordinasi motorik anak. Melempar bantal adalah dasar untuk melatih tingkat kordinasi dasar seperti tangan dan mata.

Untuk bermain, Anda hanya memerlukan ruang tertutup atau ruang terbuka, bantal dan tali skiping. Letakkan tali di tanah, kemudian bentuk menjadi sebuah lingkaran. Berdirilan sekitar 50 CM dari tali dan tunjukkan pada anak bagaimana cara melempar hingga menuju target. Setelah itu biarkan anak Anda mencoba.

Ketika anak sudah cukup bagus koordinasi dan melempar dengan tepat pada target, maka Anda bisa menggantikan bantal dengan objek lain, seperti bola, kerucut berwarna atau lainnya yang sekiranya dapat lebih menantang anak.

7. Menggambar Dengan Air

Menggambar bebas dapat melatih imajinasi dan kreativitas anak. Ketika anak menggambar di kertas, maka imajinasi dibatasi lembaran kertas, tapi ketika anak menggambar di alam terbuka berarti setiap permukaan adalah canvas yang dapat menampung imajinasi dan kreativitas anak.

Anda membutuhkan kuas cat dan tempat untuk air. Setelah itu, terangkan pada anak  bahwa dia akan menggambar dengan air, tapi selain dapat menggambar di kertas anak diperbolehkan untuk menggambar di permukaan apapun secara bebas, baik itu di dinding, batng pohon serta permukaan lainnya. Mulailah dengan memberikan kuas pada anak.

Sumber Bacaan

Maja Pitamic, Child’s Play Permainan dan Aktivitas Montessori untuk Bayi dan Batita Anda, (Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2004),
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 tahun 2014.