Kegiatan Bermain Anak Umur 3 Tahun

Mainan Edukatif

Didaksi.com−Anak umur 3 tahun berkembang aspek kognitif, fisik-morik, sosial emosional dan kreativitasnya melalui ragam kegiatan bermain. Dari kegiatan bermain juga anak-anak belajar mengenal diri dan lingkungan sosialnya. Ketika ada anak-anak yang rajin bergerak, beraktivitas dan bermain itu menandakan anak sehat. Sehat fisik yang ditandai dengan banyak bergerak dan bermain menunjukkan bahwa jiwa anak juga sehat. Agar tak monoton, kita sebagai orang dewasa membutuhkan ragam aktivitas bemain untuk anak 3 tahun.

Indikator Perkembangan

Memasuki umur 3 tahun, anak sudah mulai mempunyai kegiatan fisik yang cukup berkembang. Anak mengembangkan keterampilan motorik kasar serta gerakan fisik yang sangat aktif: ia mulai menaiki dan menuruni tangga dengan berganti-ganti dan berpegangan pada tangga, berlari dan berputar badan, menendang bola ke depan dan ke belakang dengan mengayunkan kaki, mendorong, menarik dan mengendarai sepeda roda tiga.

Dalam perkembangan kognitif, anak umur 3 tahun biasanya sudah mulai mempertanyakan sesuatu segala yang ada di sekitarnya. Anak-anak biasanya sudah bisa membangun menara yang terdiri dari 9 sampai 10 kotak, meniru lingkaran, meniru garis vertikal, horizontal dan silang. Anak umur 3 tahun biasanya sudah menguasai 900 kata. Anak sudah bisa mengidentifikasi dan menyebut kata kerja yang diilustrasikan atau ada dalam buku bergambar serta anak sudah tertarik untuk mengidentifikasi bagian tubuhnya secara lebih rinci.

Bacaan terkait:

Aktivitas Bermain Anak 1 Tahun

Aktivitas Bermain Anak 2 Tahun

Perkembangan otak anak 3 tahun sangat mengagumkan. Ada jutaan serabut-serabut saraf (sinaps). Otak anak betita akan berjumlah sekitar 1000 triliun hubungan serabut-serabut saraf. Kalau dipresentasikan, proses penyambungan saraf-saraf ini mencapai 50%  pada dua tahun pertama, selanjutnya hanya 30%  hingga tahun kelima dan sisanya 20% dipenuhi hingga usia ke 12.

Dengan demikian, kegiatan bemain menjadi media utama untuk merangsang perkembangan anak, baik dalam aspek fisik-motorik, kognitif, sosial emosional serta bahasa anak. Inilah beberapa kegiatan bermain khusus anak umur 3 tahun.

1. Bermain Peran

Permainan peran dapat melatih imajinasi dan kreativitas anak untuk memerankan sesuatu serta melatih kecerdasan emosional anak. Dengan permainan peran, anak-anak akan belajar bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan yang lain sesuai dengan perannya. Untuk mencoba bermain peran, ada ragam aktivitas bermain peran yang bisa Anda terapkan di rumah.

Pasar

Permainan peran pasar membutuhkan alat bantu cerita, seperti uang mainan, keranjang, tas, sepatu, makanan serta ragam kotak mainan yang lain. Dengan alat-alat bantu cerita yang telah terkumpul, beritahukan kepada anak Anda bahwa dia harus menjadi pelanggan sementara anak yang lain bertugas sebagai penjual atau kasir. Setelah itu, Anda bisa menaruh anak-anak untuk bertukar peran sehingga mereka mampu memainkan dua peran.

Tukang Bangunan

Dalam bermain peran tukang bangunan, anak-anak akan belajar untuk membangun atau mengkonstruksi bahan-bahan yang telah disediakan. Tentunya permainan peran tukang bangunan sangat bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasan kognitif anak. Anda membutuhkan balok-balok bangunan, kertas dan buku catatan, telepon mainan, dan tutup kepala yang keras. Setelah peralatan terkumpul, Anda dapat memulainya dengan meminta mereka untuk membangun untuk Anda, mulailah dari yang sederhana, seperti dinding melalui balok-balok bangunan hingga atap rumah-rumahan.

Kantor Polisi

Permainan peran dengan menjadi polisi di samping membantu mengenalkan profesi, aktivitas permainan ini juga memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mengenalkan konsep benar dan salah. Anda hanya membutuhkan helm polisi mainan, telepon mainan dan meja kerja. Setelah itu, Anda dapat melakukan aktivitas bermain dengan menyuruh salah satu anak menjadi seorang polisi sementara yang lain berperan sebagai masyarakat.

2. Pesawat Terbang

Permainan ini mengombinasikan dua aktivitas sekaligus; pertama anak belajar membuat pesawat terbang dari kertas dan yang kedua anak belajar untuk menggerakkannya dengan melempar ke udara. Kalau ada lebih dari satu anak, maka anda bisa melakukan balapan pesawat terbang di udara.

Anda hanya membutuhkan kertas untuk dijadikan pesawat terbang dengan cara melipat. Setelah itu, terangkan bahwa Anda akan membuat pesawat terbang. Berilah pada setiap anak satu kertas untuk agar meniru membuat pesawat terbang. Terbangkan pesawat yang sudah terbuat dari kertas ke udara. Suruhlah anak untuk mencobanya.

3. Menyemir Sepatu

Aktivitas bermain menyemir sepatu dapat meningkatkan rasa percaya diri anak serta melatih kemandirian anak. Dengan menyemir sepatu, anak merasa mempunyai peran dan kontribusi pada kehidupan. Di samping itu, anak juga belajar ihwal kebersihan, dari yang sebelumnya sepatu kotor menjadi bersih. Alat yang dibutuhkan untuk aktivitas ini adalah sepatu, semir sepatu serta tempat sepatu. Apabila lebih dari satu anak, alangkah lebih baik anak yang satu berperan menjadi tukang semir sepatu sementara yang lainnya sebagai orang yang ingin menyemir sepatu.

4. Bermain Puzzle

Bermain puzzle sudah sangat akrab dalam dunia anak-anak. Meskipun pada mulanya media permainan puzzle bukan berasal dari Indonesia, tapi permainan ini kini mudah didapatkan di toko mainan anak. Dengan merangkai kepingan-kepingan puzzle secara tekun, anak-anak terlatih berpikir kreatif dan tekun dalam memecahkan masalah. Bermain puzzle juga dapat merangsang motorik halus anak.

Anda hanya perlu menyiapkan permainan puzzle sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Untuk mengenal awal, Anda bisa memberikan puzzle figura hewan kepingan besar yang menjadi kesayangannya. Setelah itu, anak Anda terus berkembang sehingga terus memberikan puzzle yang jumlah kepingannya kian banyak, bisa 4-5.

5. Bermain Mengumpulkan Sampah

Ada banyak cara menumbuhkan nilai-nilai cinta kebersihan bagi anak umur 3 tahun, salah satunya adalah berlomba untuk mengumpulkan sampah. Siapa yang dapat mengumbulkan sampah paling banyak, maka ia akan mendapat hadiah. Bermain mengumpulkan sampah mengajarkan anak untuk mencintai kebersihan lingkungan serta mengajarkan anak bekerja sama dalam kelompok.

Untuk memulai aktivitas ini, Anda hanya perlu kantong plastik, kertas kosong, serta pensil.

Cara Bermain

Permainan ini bisa dilakukan secara berkelompok, satu kelompok bisa 2 orang atau 3 orang. Masing-masing kelompok diberi kantong plastik. Setelah itu Anda memeberikan rambu-rambu pada anak untuk mengumpulkan sampah yang ada di dalam rumah, seperti sedotan bekas, botol bekas, daun serta sampai yang sesuai dengan yang ada di sekitar rumah Anda. Setelah anak-anak selesai mengumpulkan, maka Anda menghitung benda-benda yang telah dikumpulkan. Pemenangnya adalah grup yang paling banyak mengumpulkan.

Daftar Bacaan
Dini Kasdu, Anak Cerdas, (Jakarta: Puspa Swara, 2004)
Maja Pitamic, Child’s Play Permainan dan Aktivitas Montessori untuk Bayi dan Batita Anda, (Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2004),
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 tahun 2014.
Cristine Lerin, 105 Permainan untuk Meningkatkan Kecerdasan & Kreativitas Buah Hati, (Jakarta: Transmedia Pustaka, 2009)