Kiat Menghindari Stres pada Anak saat School from Home (SFH)

0
635

Dalam perkuliahan online melalui group Whatsapp, Sabtu, 11/April/2020, dengan materi Kesehatan Mental, setelah menyampaikan ragam teori, saya mempraktikkan ekspresif writing dengan fokus tema kiat menghindari stres pada anak. Metode ekspresif writing digarap secara kolektif dengan mahasiswa. Setelah mahasiswa mengerjakan ekspresif writing, maka hasilnya saya kumpulkan menjadi tulisan di bawah ini. Tema utama adalah kiat agar anak terhindar dari stres saat belajar di rumah. Inilah beberapa langkah agar anak bisa bebas dari stres saat School from Home (SFH) di masa pandemi Covid 19.   

.

Ubah Persepsi Belajar

Orangtua pertama-tama harus mengubah tentang persepsi belajar; belajar itu bukan melulu tentang menulis, membaca dan mengerjakan soal, tapi mengamati lingkungan sekitar, seperti mengamati tentang ragam tanaman, jenis buah-buahan atau bebatuan yang ada di depan rumah. Orangtua juga bisa bisa mengajak melakukan permainan edukatif atau bahkan bersama-sama membuat alat permainan edukatif dari barang bekas. (NAJANUDDIN)

Belajar selama 15 menit

Belajar selama 15 menit. Untuk kegiatan di rumh kita tidak harus belajar dan belajar dengan monoton. Anak anak- harus diberikan jeda. Di Saat jeda anak-anak juga bisa diajak membantu pekerjaan rumah. Hal itu akan menambah pengalaman dan belajar menjadi lebih variatif serta tidak membosankan (Eli suryani).

Bermain Sambil Belajar

Suasana belajar harus di bangun dengan senyaman mungkin dan tanpa tekanan sehingga anak-anak merasa bermain tapi juga mengandung banyak aspem pembelajaran. Bermain sambil belajar juga tak harus menggunakan media main dengan membeli di, tapi bisa memanfaatkan kekayaan alam sekitar rumah, seperti menggunakan biji sirsak, kerikil, atau batu-batu kecil. Bermain conklak belajar berhitung mengisi lubang-lubang pada conklak, melatih kejujuran dan juga kesabaran menunggu giliran (Sumei wurdiyani)

Kita harus menjaga suasana anak.  Jika anak harus belajar terus maka anak akan merasa bosan.  Akan lebih baik apabila selama belajar anak-anak diselingi dengan permainan2 kecil.  Tidak harus bermain yang menggunakan fisik,  tetapi bisa menyanyi,  menghafalkan atau apapun yg bisa membuat anak merasa lebih bersemangat (Wahyu Putriyanti)

Merencanakan kegiatan baru.

Belajar di rumah juga harus membuat anak menemukan pengalaman baru. Semisal dengan,  bercocok tanam,  membantu memasak dengan berbagai menu. Contoh membuat donat. Hari besoknya membuat cilok dan aktivitas lainnya. Dan juga dapat mendampingi anak untuk bermain dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai Menjadi bentuk yang di sukai. Melukis dengan chat air. Maka mengajak dengan hal-hal baru anak akan tetap merasa bahagia dan tidak akan merasa jenuh (Ifa).

Membuat APE dari Barang Bekas

Membuat ape dari bahan bekas bisa diterapkan oleh Bunda selama School From Home. Dengan membuat bola dari kaos kaki bekas yang digabungkan menjadi satu dan diisi dengan kertas yang diremas. Anak akan merasa senang dalam membuatnya. selain itu kita dapat memanfaatkan kaos kaki bekas daripada dibuang (Ika fatmayanti)

Selain bisa membantu belajar langsung anak juga bisa membuat alat peraganya sendiri akan lebih menyenangkan dan melatih kreatifitas anak, contohnya belajar berhitung,mengenal huruf,angka dan Hijaiyah serta merangkai kata dan lain sebagainya menggunakan APE barang bekas yang telah dibuat bersama.(Umi Fatekhah)

Membuat Kegiatan Bersama

Membuat kegiatan bersama juga sangat penting Bunda, seperti kita menceritakan tentang virus Corona, terus anak di suruh untuk mengekspresikan tentang hal-hal yg berhubungan dengan virus Corona di atas kertas atau menggambarkannya..dan saat kegiatan berlangsung ada tanya jawab dg anak sehingga anak akan lebih senang dan tidak merasa bosan.(Hafidhotul Zulaehah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here