Kunci Sukses Berdagang Ala Rasulullah; Pandai Bersyukur

0
248

Didaksi.com-Syukur adalah berterima kasih terhadap nikmat yang telah diberikan pada Allah Swt pada kita semua. Syukur melibatkan hati, pikiran dan perasaan kita untuk selalu merasa berterima kasih terhadap apa-apa yang selama ini kita dapat. Orang yang pandai bersyukur sebenarnya sudah mengalami kemenangan, karena mereka sudah tak lagi diperbudak oleh keinginan-keinginan nafsu untuk mengejar sesuatu yang bersifat duniawi. Orang yang pandai bersyukur juga akan menggunakan sesuatu yang Allah berikan, termasuk dalam konteks harta,  secara tepat dan benar. Tak heran apabila Allah akan senantiasa menambah nikmat seseorang bagi yang pandai bersyukur.

.

Allah Swt berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S Ibrahim: 7)

Dari ayat tersebut sudah nampak jelas bahwa salah satu mamfaat bersyukur adalah mendorong agar nikmat selalu bertambah meningkat pada diri manusia yang juga diiringi dengan ketaatannya kepada Allah SWT kian bertambah. Beragam nikmat diberikan Allah SWT kepada manusia, salah satunya adalah harta. Jadi secara spesifik orang yang pandai bersyukur dalam hidupnya maka nikmat akan senantiasa mengalir padanya. Nikmat ini akan disesuakan dengan profesi yang disandangnya. Kalau petani yang pandai bersyukur, maka dengan berkat pertolongan Allah akan menua panen yang sempurna. Kalau ada pedagang yang pandai bersyukur, maka daganganya akan lebih sukses.

Rasulullah sebagai sosok pedagang ulung yang mengalami kesuksesan di usia yang cukup muda salah satu rahasia beliau adalah pandai bersyukur. Beliau selalu bersyukur setiap melakukan perdagangan dan mendapat nikmat Allah dengan cara yang tepat dan benar. Paling tidak ada tiga cara Rasulullah dalam bersyukur. Pertama, Rasulullah setiap kali mendapatkan nikmat selalu bersyukur dengan hati nurani. Suara hati nurani selalu berkata benar dan jujur. Kalau ada orang yang selalu bersyukur dengan hati nuraninya, maka sebenarnya ia tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah yang telah diberikan. Orang yang mengikuti suara hati yang palig dalam akan selalu menyadari bahwa seluruh nikmat yang diperoleh semata-mata dari Allah.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Bersyukur dengan ucapan berarti selalu mengungkapkan rasa terma kasih dengan kata-kata. Ungkapan yang cukup populer dalam bersyukur dengan kata-kata ini adalah hamdalah. Dalam sebuah hadits, ”Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.”

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan. Orang yang pandai bersyukur dengan perbuatan adalah mereka yang selalu menggunakan seluruh anggota tubuh ini pada jalan yang benar, lidah yang bersyukur akan selalu mengeluarkan kata-kata yang baik, senantiasa mngungkapkan dzikir dan perkataan-perkataan positif lainnya. Tak jauh beda dengan anggota tubuh lainnya.

Rasulullah telah menjadi teladan bagi ita semua dalam bersykur, lebih-lebih ketika beliau berdagang dan mendapatkan untung yang banyak, maka beliau senantiasa menggunakan harta dengan bersedakah. Rasulullah menjadi orang yang sangat dermawan. Beliau selalu mentantunikaum fikir miskin dan merelakan banyak harta beliu untuk kepentingan penegakan islam, seperti perang dan jihad lainnya.

Ini merupakan bukti bahwa Rasulullah selalu menyukuri terhadap harta yang didapat dari hasil kerja kerasnya. Tak heran ketika nikmat senantiasa terus mengalir deras terhadap diri Rasulullah. Ini sesua dengan apa yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Allah Swt sebagaimana disebutkan Al-Quran, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)

Untuk itulah, bagi siapapun, lebih-lebih para pedagang yang ingin daganganya senantiasa lancar, maka pandai-pandailan bersyukur. Ucapkahlah alhamdulillah ketika mendapatkan keuntungan, sedakahkanlah pada mereka yang membutuhkan, bantulah sesua dengan kadar kemampuannya, sungguh itu adalah ungkapan bersyukur yang cukup istimewa. Pada mulanya tentu ini akan sulit untuk dilakukan. Tapi yakinlah bahwa ketika kita bersyukur, maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih banyak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here