Melatih Kemandirian Anak Usia 2-6 Tahun

0
453
sumber: pixabay image

 

.

Menumbuhkan sikap mandiri sejak dini sangat penting. Kemandirian berkaitan erat dengan karakter, kepribadian serta kecakapan hidup anak di masa yang akan datang. Dengan kemandirian anak-anak belajar arti tanggung jawab serta kecekatan diri untuk merespon tantangan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Inilah cara melatih kemandirian anak sejak dini.

Jangan Membantu Apa yang Anak Bisa Lakukan Sendiri

Ketika orang tak membantu anak melakukan sesuatu yang justru dia melakukan sendiri bukan berarti orangtua tak mencintai anak. Orangtua sedang melatih sikap kemandirian mereka. Pengalaman saya, setiap anak melakukan aktivitas, seperti berpakaian, memasang sepatu dan dan makan, ternyata ketika ditanya mereka ingin melakukan sendiri. Dalam dirinya sudah muncul keinginan untuk mandiri.

Tapi terkadang tak sedikit orangtua yang merasa tak tega ketika membiarkan anak-anak melakukan aktivitas sendiri sehingga mereka membantu. Biasanya, kalau anak sejak dini sudah terlalu biiasa rasa ketergantungannya, maka sikap kemandiriannya pelan-pelan memudar dan anak mempunyai rasa ketergantungan yang sebenarnya mereka mampu melakukan sendiri.

Mengajarkan Anak Memecahkan Masalah Sederhana

Anak-anak harus sudah belajar memecahkan persoalan-persoalan sederhana secara mandiri sejak dini. Ajak anak merakit mainan sendiri atau mengambil barang yang ada di atas meja. Anak-anak harus belajar secara pelan-pelan untuk mengembangkan kemandiriannya. Yang terpenting kalau ingin membiarkan anak-anak melakukan aktivitas sendiri, keamanan harus menjadi paling utama.

Menumbuhkan Harapan Lebih Pada Anak

Banyak orangtua merasa kasihan pada anak sehingga sedikit berharap banyak  dari aktivitas anak. Padahal berharap lebih banyak pada kemampuan dan aktivitas anak justru memberikan efek positif pada anak usia dini, seperti ketika ada guru di sekolah yang berharap agar anak didiknya mampu menuangkan air sendiri, meletakkan sepatu sendiri, membereskan tempat bermain sendiri serta harapan-harapan lebih lainnya.

Membangun harapan lebih pada anak berbeda dengan memberi tugas yang berat pada anak. Harapan itu bukan berarti kewajiban pada anak. Harapan adalah keinginan ideal dari orangtua yang apabila dilakukan oleh anak, maka orangtua sangat gembira tapi apabila tidak dilakukan tak sedih.

Memberi Tugas Sederhana

Memberi tugas sederhana pada anak-anak sangat membantu untuk membangun rasa percaya diri anak serta membangun mental pada mereka bahwa mereka bagian dari keluarga yang berkontribusi. Bagi orangtua, tak ada salahnya ketika memberi tugas pada anak untuk menyiram bunga atau tugas sederhana lainnya. Tugas-tugas itu akan mengajarkan anak untuk bertanggung jawab.

Membangun Rutinitas yang Edukatif

Anak-anak itu sangat mudah untuk mengikuti pola rutinitas yang dilakukan setiap hari. Ketika dalam sebuah keluarga sudah dibiasakan membangun aktivitas edukatif yang rutin tiap hari, maka anak-anak akan mengikuti pola itu. Mungkin beberapa saat anak pernah lupa, tapi ketika diingatkan dan dicontohkan, maka itu akan menjadi pola yang mudah untuk diikuti.

Aktivitas sederhana itu seperti, membiasakan baca doa setiap akan makan, mencuci tangan saat datang dari luar alias bepergian, mengucapkan salam saat akan pergi dan datang atau aktivitas lain sesuai dengan nilai-nilai yang ingin ditumbuhkan di dalam keluarga.

Menjadikan Humor Sebagai Media Komunikasi

Cara berkomunikasi menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kemandirian anak. Berkomunikasi dengan penuh humur pada anak yang membuat mereka tertawa tentu bisa menjadi salah cara jitu. Seperti ketika anak ingin memasang sepatunya, tapi anak-anak tidak ingin memasang sendiri, maka orangtua bisa menyuguhkan sepatu itu pada anak dengan sambil berkata, “selamat datang di toko sepatu di edu store. Kami siap melayani Anda.” ungkapan humor dengan sambil bermain peran akan memberikan suasana berbeda pada anak.

Memberi Hadiah dengan Bijak

Tak sedikit orangtua selalu ingin memberi hadiah setiap anak-anak melakukan sesuatu. Tentu memberi hadiah pada anak itu bagus. Tapi memberi hadiah yang tepat dengan porsi yang sesuai itu harus dikedepankan. Kalau anak-anak setiap melakukan sesuatu selalu dipancing dengan hadian, maka anak-anak tak akan belajar alasan sesungguhnya ketika melakukan sesuatu.

Sumber Bacaan
Michella Kenned, Melatih Anak Agar Mandiri, alih bahasa, Ariavita Purnamasari, (Jakarta: Erlangga, 2004).
Umma, Pojok Bermain Anak, (Diandra Primamitra Media, 2016)
https://www.parents.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here