Panduan Membuat Soal Benar Salah

Artikel

gambar soal benar salah

Soal benar salah adalah salah satu jenis soal singkat yang cukup sederhana. Soal benar salah pada prinsipnya bisa dibuat menjadi dua kelompok. Kelompok pertama ditulis pada lajur sebelah kiri yang berupa hurub B dan S yang harus dipilih peserta didik atas respon pernyataan yang disebelah kanan. Kelompok kedua terdiri atas pernyataan atau pertanyaan yag harus direspon oleh peserta didik. kalau perntanyaan atau pertanyaan benar menurut peserta didik, maka mereka akan melingkari atau mencoret huruf B pada huruf B-S. Kalau pernyataan atau pertanyaan salah menurut peserta didik, maka mereka akan melingkari atau mencoret huruf S pada huruf B-S[1].

.

Jumlah alternative jawaban B-S harus sama dengan jumlah pernyataan atau pertanyaan. Soal benar salah memang terasa mudah bagi guru. Tapi dalam sisi lain soal B-S hanya terbatas pada mengkur kemampuan peserta didik dalam melakukan identifikasi kebenaran fakta yang dibentuk dalam pernyataan-pernytaan. Bentuk soal benar salah terdiri atas benar tidak benar, tepat tidak tepat, ya tidak, fakta atau pendapat, dan setuju tidak setuju. Jenis soar benar salah dapat juga menggunakan gambar, tabel, dan diagram.

Kemampuan yang diukur

Soal benar salah sanagat tepat untuk mengukur kemampan peserta didik dalam mengidentifikasi kebenaran fakta yang telah ditulis dalam bentuk pernyataan. Kalau fakta yang dituliskan benar, maka peserta didik bsa menjawab benar dan kalau fakta yang dituliskan salah, peserta didik bisa menjawab salah lihatlah contoh dibawah ini.

B-S Terbitnya matahari sebelah barat merupakan ciri besar hari kiamat.

B-S   Surat Al-Fatihah termasuk surat Makiyyah.

B-S   Waqaf berarti menghentikan bacaan karena ada tanda waqaf.

B-S   Dajjal adalah seorang laki-laki dari kaum Yahudi.

B-S   Rahasia hari kiamat dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Ikhlas.

Soal benar salah tidak hanya bisa dugunakan untuk mengukur kemampuan peserat didik dalam mengidentifikasi fakta, tapi juga bisa digunakan untuk mengukur kemampuan hubungan sebab akibat. Lihatlah contoh dibawah ini.

B-S   Nikmat yang diberikan Allah wajib disyukuri SEBAB nikmat Allah tak sama untuk setiap orang.

B-S   Nabi sangat mencela orang yang lalai membayar hutang SEBAB hutang harus segera dilunasi.

B-S   Sholat rawatib dilaksanakan dua rakaat SEBAB sholat rawatib merupakan sholat sunat

Kaidah Penulisan

Dalam proses penulisan soal B-S, ada beberapa kaidah yan perlu diperhatikan.

  1. Hindari pernyataan-ernyataan umum, seperti penggunaan kata selalu, kadang-kadang, tidak pernah, umumnya. Pernyataan tersebut bersifat umum. Peserta didik ketika membaca pernyataan tersebut tentu akan merasa bingung karena tidak mengacu pada satu prode tertent atau bahka tahun tertentu. Pernyataan tersebut akan menjadi sebuah pernyataan yang baik apabila lebih dikhususkan. Pernyataan tersebut lebih khusu dari pernyataan yang sebelumnya. Peserta didik tidak akan bingun dengan pernyataan itu karena sudah dibatasi dengan tahun.
  2. B-S   Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009-2014 adalah presiden laki-laki
  3. B-S   Presiden republic Indonesia selalu laki-laki.
  4. Soal benar salah harus disajikan dengan tegas, lugas, jelas. Hindari peryataan yang berbelit-belit dan panjang lebar atau bahkan berlebih lebihan. Pernyataan itu berbelit-belit. Dalam sebuah soal B-S pernyatana diatas kurang lugas dan jelas. Padahal pernyataan itu bisa disederhanakan menjadi sebuah kalimat yang mudah ditangkap. Itulah sebuah pernyataan yang tidak berbelit-belit. Dalam sebuah pernyataan yang lugas, peserta didik langsung dihadapkan dengan inti persoalan. Peserta didik tidak diajak untuk berputar-putar.
  5. B-S orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di bulan adalah Neil Amstrong.
  6. B-S Sekitar pertengahan abad 20 pemerintah Amerika Serikat mengirim astronot terbaiknya ke bulan. Dalam sejarahnya, aistronot yang bernama Neil Amstrong itu dikenal sebagai orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di bulan.
  7. Jauhi pernyataan negatif, seperti tidak, kecuali dan bukan.Pernyataan tersebut bersifat negatif. Pernyataan yag bersifat negatif akan cenderung memuncukan penafsiran yang banyak sehingga peserta didik akan merasa kesulitan. Pernyataan negatif itu bisa digunakan kalau yang ingin diuku itu justru pengertian yang negatif.
  8. B-S Tokoh pejuang kemerdekaan yang mempunyai loyalitas tinggi adalah Soekarno, Hatta dan Ki Hajarr Dewantara.
  9. B-S Tokoh pejuang yang mempunyai loyalitas tinggi, kecuali Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara.
  10. Hindari dua ide dalam satu pernyataan, kecuali itu ada hubungan sebab akibat yang ingin diukur dalam tes.
  11. Pokok persoana dalam satu item hendaknya lebih spesifik, jangan terlalu umum, mengarah pada materi yang dituju.
  12. Pernyataan item lebih baik disusun secara jelas dan focus pada satu ide pokok.
  13. Dalam satu tes, jawaban benar dan salah hendaknya imbang. Hal ini menjadi penting agar para siswa menghindari dari menerka tanpa satu alasan yang logis.

Contoh Item Soal

Inilah beberapa contoh soal benar salah. Petunjuk: bacalah masing-masing soal dibawah ini. Kalau pernyataan betul lingkar huruf B. Jika pernyataan salah, lingkari huruf S.

Materi Sains

  1. B-S Semua Bunga matahari berwarna kuning
  2. B-S Gaya adalah sesuatu yang bisa enguabh kedudukan atau bahkan bentuk benda
  3. B-S Ketelah pohon adalah adalah pohon yang berakar serabut

Materi : Pengetahuan Sosial

  1. B-S Orde lama adalah orde yang paling baik dalam sejarah Indonesia.
  2. B- S Presiden Republik Indonesia dipilih langsung oleh Rakyat
  3. B-S Undang-undang 1985 adalah undag-undang yang sangat penting di Indonesia.

Materi: Ilmpu Pengetahuan Alam

  1. B-S Pengelompokan makhluk hidup atas dasar persamaan ciri disebut Taksonomi.
  2. B-S Tata cara pemberian nama makhluk lebih dikenal dengan binomial nomenklatur.
  3. B-S Tubuh jamur ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) atau sebagian besar tubuh terdiri atas banyak sel (multiseluler)

Materi Agama Islam

  1. B-S Rasulullah sangat mencela orang yang lalai dalam membayar hutang. Hutang itu wajib disegerakan.
  2. B-S Puasa pada bulan rhamadaj itu diwajibkan pada setiap ummat muslim.
  3. B-S Shalat rawatib itu dilaksanakan 2 rekaat karena shalat rawatib itu adalah shalat sunnah.

Penskoran

Tekhnik penskoran dalam soal B-S cukup sederhana dibandingkan dengan soal lainnya. Penskoran soal B-S lebih akrab dikenal dengan penskoran dikotomi. Guru member skor 1 pada jawaban yang benar dan memberikan skor 0 pada jawaban yang salah. Setelah guru menskor semua lembar jawaban siswa, maka langkah selanjutnya adalah memberikan akumulasi pebilaian dari sekian banyak soal B-S.

Kelemahan dan Kelebihan

Sebagaimana layaknya soal lainnya, soal B-S juga mempunyai banyak keunggulan dan kekurangan. Inilah beberapa kelebihan dan kekurangan dalam soal B-S.

Kelebihan

  1. Soal B-S sangat mudah untuk dibuat dan cepat dalam menilai. Dalam tekni k penskoran soal B-S lebih mudah dibanding dengan soal-soal yang lainya.
  2. Soal B-S yang dikonstrusi atau dibuat dengan cermat, jelas dan lugas akan dengan mudah dikerjakan oleh peserta didik.
  3. Soal B-S hasil akhirnya tak jauh beda dengan soal objektif lainnya, yakni lebih terjaga nilai-nilai obyektifitasya.
  4. Guru atau evaluator akan lebih mudah untuk membuat soal.
  5. Soal B-S bisa mencakup materi bahan pelajaran secara lebih luas.
  6. Soal B-S ini bisa digunakan secara berulang-uang asalkan guru tidak membocorkan lembar jawaban setiap melakukan tes.

Di samping terdapat beberapa ragam keunggulan, tes B-S juga mempunyai banyak kelemahan. Inilah beberapa bentuk kekurangan tes B-S.

  1. Ketika ingin mengkontruksi soal B-S, maka guru membutuhkan waktu yang relative lebih lama dibandingkan dengan soal esai. Proses pembuatan soal B-S membutuhkan waktu cukup agar kualitas soal lebih berkualitas.
  2. Soal B-S lebih melatih peserta didik pada ingatan an sich dibanding dengan kemampuan menganalisis dan membandingkan.
  3. Kalau soal B-S tidak dibuat dengan cermat, bahasa yang lugas, maka itu akan membuat peserta didik merasa kebingungan dan kesulitan dalam menangkap.
  4. Soal B-S mempunyai daya pembeda yang rendah. Soal B-S belum mampu menjadi instrument pembeda antara peserta yang benar-benar pandai, peserta didik yang kecerdasanya standart serta peserta didik yang dibawah standart.
  5. Membuka ruang yang luas bagi peserta didik untuk melakukan spekulasi atau hanya sebatas mengira-ngira.

[1] Drs. Zainal Arifin op cit, hlm. 93