Panduan Membuat Soal Menjodohkan

Artikel

soal

 

.

Didaksi.com-Soal menjodohkan adalah salah satu bentuk soal yang terdiri dari dua pernyataan. Pernyataan pertama biasanya ditulis pada lajur sebelah kiri (atau pada bagian atas). Pernyataan yang kedia biasanya diletakkan disebelah kanan atau bawah. Pernyataan pertama biasa juga disebut dengan stimulus atau premis sedangkan pernyataan yang kedua lebih akrab disebut dengan respon. Pernyataan kedua ini biasanya berbentuk jawaban kata, bilangan atau bahkan gambar. Peserta didik dalam ha ini diperintahkan untuk menjodohkan antara pernyataan atau premis yang ditulis pada lajur sebeah kiri atau bagian atas dengan lajur sebelah kanan atau di bawahnya. Peserta didik diperitahkan untuk mecarikan pasangan yang berhubungan dengan pernyataan pertama. Lihatlah contoh dibawah ini.

Petunjuk: Jodohkan pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B

No Bagian A Bagian B
1 Sistem Tata nama ganda  

a)      Binomial Nomenklatur

 

2 Ilmuwan yang mengembangkan sistem klasifikasi lima kingdom.  

b)      Carolus Linnaeus

 

3 Bakteri yang menyebabkan penyakit disentri.  

c)      Shigella dysentriae

 

4 Bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus.  

d)      Robert Whittaker

 

5 Ilmuan yang mengembangkan suatu metode binomial nomenclatur atau sistem tata nama ganda. e)      Clostridium tetani
 

 

 

f)       Robert Spancer

 

Petunjuk: Berikut ini terdapat daftar dua nama. Pada bagian A terdapat istilah dan pada bagian B terdapat pengertian. Jodohkan istilah tersebut dengan pengertian yang ada pada bagian B.

No A B
Hadits Ilmu Membaca Alquran
Tajwid Perkataan Rasulullah
Qana’ah Tempat keluarnya huruf
Makhraj Perbuatan Rasulullah
Sunnah Sikap Rela menerima
Sikap Rela Memberi

 

A.     Kemampuan yang diukur

Soal menjodohkan akan mengukur kemampuan siswa dalam mengidentifikasi  informasi dan menghubungkan antara premis dengan respon. Peserta didik yang bisa menghubungkan antara dua pernyataan secara benar menandakan bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk mengidetifikasi informasi secara jeli sehingga bisa memilah dan memilih untuk kemudian dicocokkan menjadi suatu pola yang padu. Jadi, kemampuan yang ingin diukur adalah kemampuan untuk mengidentifikasi  informasi secara jeli. Lihatlah beberapa contoh dibawah ini.

B.     Kaidah Kepenulisan

Sebagaimana layaknya yang lain, tiap soal mempunyai kaidah dan tekhnik penulisan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Ada beberapa tekhnik penulisan dalam soal menjodohkan ini. Menurut Dr. Sumarna Surapranata ada beberapa kaidah penulisan dalam soal menjodohkan[1].

  1. Sesua dengan indicator. kaidah ini lebih bersifat universal. Setiap penulisan soal, indicator menjadi acuan yang tidak boleh dilupakan. Kalau ada guru yang ingin membuat soal menjodohkan, maka guru harus mampu menyesuaikan dengan indicator yang ada dalam kurikulum. Kalau ada soal yang tidak sesua dengan indicator, maka itu telah lepas dari rambu-rambu dasar dalam membuat soal. Inilah beberapa contoh soal yang tidak sesua dengan indicator dalam materi Sains.
Standart Kompetensi: Peserta didik mampu memahami bagian anggota tubuh serta kegunaannya, kebutuhan dan cara perawatannya, serta mampu mmelihara lingkungan yang sehat.
Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok
Melakukan pengamatan pada bagian-bagian anggota tubuh, kegunaan dan cara perawatannya -Menyebutkan bagian-bagian tubuh yang tampak jelas (seperti mata, telinga, hidung, lidah kulit serta gigi)

– Menceritakan kegunaan bagian-bagian tubuh yang diamati

Bagian-bagian anggota tubuh, kegunaan dan cara perawatannya.

 

Contoh soal yang kurang baik:

Petunjuk: Jodohkan pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang benar dengan bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Organ tubuh untuk mencium a)      Jantung
2 Organ tubuh untuk melihat b)      Gigi
3 Organ tubuh untuk mengecap c)      Kulit
4 Organ tubuh untuk menyerap oksigen d)      Lidah
5 Organ tubuh untuk memompa darah e)      Mata
f)       Paru-paru

Pada soal nomor satu dan soal no tiga yang ada dalam premis dan bagian a serta f kurang sesua dengan indicator. indicator yang menuntut peserta didik untuk menyebutkan bagian-bagian tubuh yang tanpak jelas. Pada bagian soal no satu dan tigag serta premis a dan f menyebutka bagian organ tubuh yang tidak jelas. Soal tersebut salah karena tidak sesua dengan indicator. Soal diatas akan mnjadi benar kalau bagian-bagian poin yang tidak sesua dengan indicator diganti dengan poin yang sesua dengan indicator. lihatlah contoh soal yang benar di bawah ini.

Petunjuk: Jodohkan pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang benar dengan bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Organ tubuh untuk mencium a)      Gigi
2 Organ tubuh untuk melihat b)      Hidung
3 Organ tubuh untuk mendengar c)      Kulit
4 Organ tubuh untuk meraba d)      Lidah
5 Organ tubuh untuk mengecap e)      Mata
f)       Telinga

 

 

  1. Homogenitas

Dalam membuat soal, guru harus menggunakan materi-materi yang homogeny, baik itu kelompok soal atau premis dan jawaban atau respon. Soal menjodohkan yang kurang homogeny akan udah ditebak oleh peserta didik. Ketika peserta didik hanya menebak, maka bukan kemampuan mengidentifikasi yang akan diukur tapi kemampuan berspekulasi. Lihatlah contoh dibawah ini soal yang kurang baik karena tidak homogeny dan soal yang homogeny.

Soal yang kurang baik.

Petunjuk: Jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Organ tubuh untuk melihat a)      Lidah
2 Organ tubuh untuk mengecap b)      Mata
3 Rumah yang segar c)      Telingan
4 Organ Tubuh untuk mendengar d)      Ada vantilasinya
5 Alat untuk berkomunikasi jarak jauh e)      Tangan
6 Organ tubuh untuk mengambil f)       HP
g)      Tumit

 

Pada soal no 3 dan 5 serta jawaban bagian d dan f merupakan poin yang membuat soal cedera atau kurang baik karena tidak homogeny. soal itu akan menjadi baik apabila bagian-bagian yang tidak homogeny diganti dengan soal yang homogeny. lihatlah contoh dibawah ini.

Soal yang baik.

Petunjuk: Jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Organ tubuh untuk melihat a)      Lidah
2 Organ tubuh untuk mengecap b)      Mata
3 Organ untuk mencium c)      Telingan
4 Organ Tubuh untuk mendengar d)      Hidung
5 Organ untuk berjalan e)      Tangan
6 Organ tubuh untuk mengambil f)       Kaki
g)      Tumit

 

  1. Jumah jawaban lebih dari jumlah soal

Jumlah jawaban atau respon harus lebih banyak dari jumlah soal atau premis. Kalau jumlah respon sama dengan jumlah premis atau soal, maka itu akan membuka peluang peserta didik untuk melakukan spekulasi atau menebak. Meski tebak menebak itu bisa terjadi dalam bentuk soal apapun, tapi dengan cara melebihkan jawaban itu adalah upaya untuk menutup ruang spekulasi bagi peserta didik. lihatlah contoh dibawah ini.

Contoh soal yang kurang baik.

 

 

 

Petunjuk: Jodohkan pernyataan yang benar pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Rumah yang Segar a)      Bak Sampah

 

 

2 Rumah yang bersih b)      Sering dibersihkan

 

 

3 Tempat yang tidak sehat dibersihkan

 

c)      Ada gentingnya
4 Tempat pembuangan sampah yang baik  

a)      Diberi ventilasi

 

Dalam contoh soal diatas peserta, antara premis dengan respon jumlahnya sama. Peserta didik ketika melihat soal tersebut akan udah untuk menebak atau melakukan spekulasi. Ketika peserta didik hanya menebak, maka soal tersebut sebenarnya telah gagal enjadi instrument untuk mengkur kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi. Dengan demikian, respon atau jawaban yang ada dipinggir kanan hendaknya jumlahnya ditambahi satu atau bahkan dua.

Contoh soal yang lebih baik:

Petunjuk: Jodohkan pernyataan yang benar pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Rumah yang Segar a)      Bak Sampah

 

 

2 Rumah yang bersih b)      Sering dibersihkan

 

 

3 Tempat yang tidak sehat dibersihkan

 

c)      Ada gentingnya
4 Tempat pembuangan sampah yang baik  

d)      Diberi ventilasi

 

 

 

 

e)      Diberi bunga

 

  1. Panjang Soal

Pernyataan yang panjang lebih baik diletakkan pada sebelah kiri dan pernyataan yang pendek disebelah kaan. Peserta didik akan merasa kusulitan untuk menghubugkan atau menjodohkan bagian yang pendek dengan bagian yang panjang. Lihatlah contoh dibawah ini !

Contoh soal yang kurang baik

Petunjuk: Jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 a)      Pembawa 1)      Melibatkan orang lain dalam masalah
2 b)      Terbawa 2)      Memegang atau mengangkat sesuatu
3 c)      Membawa 3)      Orang yang mengangkat
4 d)      Pembawaan 4)      Barang-barang yang dapat diangkat
5 e)      Membawakan 5)      Sifat yang ada sejak lahir
6 f)       Membawa-bawa
7 g)      Bawaan

 

Contoh soal yang lebih baik

Petunjuk: Jodohkanlah pernyataan pada bagian A dengan jawaban yang tepat pada bagian B !

No Bagian A Bagian B
1 Melibatkan orang lain dalam masalah a)      Pembawa
2 Memegang atau mengangkat sesuatu b)      Terbawa
3 Orang yang mengangkat c)      Membawa
4 Barang-barang yang dapat diangkat d)      Pembawaan
5 Sifat yang ada sejak lahir e)      Membawakan
6 f)       Membawa-bawa
7 g)      Bawaan
  1. Butir soal dan jawaban dalam satu halaman

Soal dan jawaban atau premis dan respon harus diletakkan dalam satu halaman yang sama. Kalau butir soal dengan jawaban diletakkan pada halaman yang berbeda, maka itu akan membuat sukar para siswa karena harus mebolak-balik halaman. Letakkanah butir soal dengan jawaban dalam satu halaman !

  1. Penggunaan nomor, artinya stimulus (premis) harus menggunakan nomor angka (1, 2, 3 ) sebagai nomor pada pernyataan, sedangkan respon harus menggunakan nomor abjad (a, b, c, ).
  2. Pilihan jawaban yang berbentuk angka hendaknya disusun secara sistematis, dari besar ke kecil atau sebaliknya. Kalau alternatif jawaban berupa tanggal dan tahun terjadinya peristiwa maka susun tanggal dan tahun tersebut secara berurutan secara kronologis dengan baik.
  3. Menggunakan EYD yang baik dan benar. Rumusan kalimat butir soal hendaknya menggunakan kalimat yang lugas, jelas dan bahasa yang sesua dengan EYD.

C.     Tekhnik Penskoran

Penskoran dalam soal pilihan ganda sanagat mudah dilakukan. Kalau peserta didik dapat menjawab soal dengan benar, maka diberi skor 1. Kalau peserta didik tidak bisa menjawab dengan benar, maka diberi skor 0. Itulah teknik penskoran dari soal menjodohkan.

D.    Kelebihan dan kelemahan

Ada beberapa keunggulan dan kelemahan dalam soal menjodohkan.

Keuggulan.

  1. Soal menjodohkan relative lebih mudah dibuat, apalagi kalau dibandingkan dengan soal pilihan ganda
  2. Cakupan materi cukup luas.
  3. Kalau dilihat dari segi rumusan soal dan cara memberikan jawaban, soal menjodohkan ini lebih ringkas dan ekonomis.
  4. Guru bisa melakukan proses penskoran dengan mudah, cepat dan obyektif.

Kelemahan

  1. Hanya mengukur kemampuan mengingat. Soal menjodohkan ini belum bisa mengukur lebih jauh ihwal kemampuan kognitif.
  2. Sulit menjaga kehomogenan isi premis maupun respons, lebih-lebih bila dilihat dari segi kesamaan kemampuan yang akan diukur.
  3. Membuka ruang peserta didik untuk menebak jawaban benar relatif tinggi karena jumlah pernyataan soal dengan jumlah pernyataan jawaban tidak banyak berbeda, selisih jumlah pun tidak terlalu banyak. Ruang spekulasi masih tetap terbuka.

[1] Dr. Sumarna Surapranata, opcit, hlm. 118