Permainan Tradisional Anak Indonesia yang Terancam Punah

Mainan Edukatif

Didaksi.com−’Ke mana perginya mainanku? Mobil-mobilan dari kulit jeruk, kuda-kudaan dari pelepah pisang. Entah ke mana perginya.’ itulah salah satu cuplikan “Lagu Enam”, Iwan Fals yang populer pada tahun 1992. Kini permainan anak-anak tradisional pelan-pelan lenyap. Inilah beberapa permainan tradisional yang terancam punah:

Congklak

Congklak adalah salah satu permainan tradisional yan dimainkan oleh anak-anak mulai dari Sumatera, Sulawesi, dan Jawa. Congklak adalah permainan yang dilakukan oleh dua anak di papan atas congklak. Ada 98 biji yang nantinya akan dimasukkan ke papan Congklak. Papan congklak bisa terbuat dari kayu atau plastik. Biji-biji congklak bisa menggunakan batu-batu yang kecil, kelereng atau benda kecil lainnya.

Baca juga Permainan Anak Usia 4 Tahun

Berdasar temuan arkeolog dari National Geographic, permainan Congklak ada sejak sekitar tahun 7.000-5.000 SM. Permainan ini pada mulanya berasal dari kebudayaan kuno Timur Tengah, di bawa ke daratan Afrika, setelah itu baru menyebar di Asia melalui para pedagang. Tpada awalnya, permainan lebih banyak dimainkan oleh anak para bangsawan di Indonesia karena mereka yang lebih banyak berhubungan dengan para pedagang.

Congklak mempunyai ragamsebutan. Di Timur Tengah, permainan ini disebut Mancala yang artinya Bergerak. Di Indonesia, daerah Jawa, congklak lebih sering disebut dengan dakon, di daerah Lampung, Congklak disebut dengan dentuman lamban, Congkak untuk di beberapa daerah Sumatera berkebudayaan Melayu, di Sulawesi lebih dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, atau Aggalacang.

Permainan ini dapat mengasah daya konsentrasi anak, karena saat bermain anak membutuhkan ketelitian, kerjasama, kejujuran serta kecepatan dalam berhitung. Permainan ini lebih menjunjung tinnggi nilai-nilai kebersamaan d banding dengan kompetisi.

Lompat Tali

lompat tali

Permainan yang menggunakan tali, fleksibel, yang diputar-putar di dua ujungnya oleh dua pemain. kemudian pemain lain satu persatu masuk dan melompat dalam putaran tali dengan level tertentu yang harus diselesaikan. Permainan ini membutuhkan minimal 3 anak.

Permainan ini sangat bermanfaat untuk melatih fisik motorik anak. Saat melompat anak-anak belajar menjadi lebih tangkas dan keseimbangan.

Egrang

Egrang

Permainan ini menggunakan dua tongkat yang terbuat dari batang bambu dengan ukuran selengan oran dewasa. Tongkat itu dibuat tumpuan kaki yang juga dari bambu yang lebih besar. Permainan ini melatih konsentrasi dan menjaga keseimbangan tubuh agar tetap berdiri tak jatuh sambil terus berjalan.

Petak Umpet

petak umpet

Permainan ini bisa dimainkan banyak orang dan tak butuh alat. permainan ini juga lebih fleksibel dimainkan di banyak tempat. untuk memulai harus ada yang  kalah yang akan jadi kucing, dengan ragam cara untuk menentukan salah satunya dengan hompimpa. Kemudian si Si kucing nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung dengan jumlah yang telah disepakati. Ketika menghitung dan memejamkan mata, teman-teman lainnya akan bersembunyi. Kucing akan mencari teman-teman sampai akhirnya semua ditemukan.

Ular Naga

Permainan berkelompok, sekitar empat sampai lima orang: dua orang sebagai pembuat gerbang sedangkan yang lainnya berbaris melingkar membentuk angka delapan dan melewati gerbang yang dibuat.