Pesan Jack Ma Dalam Mendidik Anak

Sosok
sumber/geneersnow

 

Siapa yang tak kenal dengan Jack Ma, sang godfather bisnis dari Cina, pendiri situs Alibaba, orang terkaya di Cina, orang terkaya ketujuh di dunia dalam bidang teknologi, versi majalah forbes, dan pada tahun 2015 masuk sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia dalam urutan yang ke-22.

Di balik semua kegemilangan yang saat ini disandang Jack Ma, ternyata dia mempunyai kisah perjalanan yang tak mudah; ia perlu berkali-kali tes masuk SD, selalu ditolak saat ingin masuk perguruan tinggi favorit, setelah lulus, dari 24 orang yang melamar pekerjaan ke KFC, 23 orang semua lulus kecuali Jack Ma.

Setelah melalui masa-masa sulit dan berhasil merobohkan segudang rintangan, Jack Ma kini menjadi inspirator bagi semua kalangan, tak terkecuali bagi orangtua dan pendidik. Inilah beberapa pesan Jack ma dalam mendidik anak, baik itu untuk orangtua atau pendidik secara umum.

Anak Tak Harus Ada Di Ringking 3 Besar

Ketika Red Flag Publishing merilis buku Jack Ma’s Internal Speeches: Trust in Tomorrow, Jack Ma berpidato dengan menyinggung ihwal pendidikan. Jack Ma berpesan pada anaknya, “Anda tidak perlu berada di posisi tiga di kelas, berada di tengah pun tidak masalah saja, asalkan nilai Anda tidak terlalu buruk. Hanya orang seperti ini [murid tak terlalu pintar] yang memiliki cukup waktu luang untuk belajar keterampilan lainnya.”

Pernyataan Jack Ma itu sungguh kontraproduktif dengan pesan orangtua kebanyakan. Di saat orangtua ingin anak-anaknya menjadi yang terbaik di lingkungan sekolah, Jack Ma justru memberi nasehat sebaliknya pada anaknya. Karena Jack Ma tak ingin sekolah dan lembaga pendidikan secara umum menggangu terlalu banyak anak-anak mempelajari dan mengasah keahlian lain yang sesuai dengan minatnya.

Jack Ma takut sekolah hanya menjadi alat untuk mendikte anak-anak sehingga anak-anak kehilangan jati dirinya untuk berkreasi dan mengembangkan keahlian yang inheran dalam dirinya.

Update Metode Pembelajaran

Ketika berpidato dalam International Big Data Expo in Guizhou, China (2017), Jack Ma mengajak dunia pendidikan agar segera berbenah agar tak tegilas oleh kemajuan. Dalam salah satu culikan pidatonya, ia berkata, “Jika kita masih menggunakan metode pengajaran tradisional, seperti hafalan, perhitungan dan yang sejenisnya, maka saya menjamin 30 tahun kemudian anak-anak tidak akan mendapat pekerjaan.”

Jack Ma mengajak pada semua untuk merevolusi proses pembelajaran tradisonal menjadi lebih akomodatif terhadap pengembangan kretivitas anak yang berbasis passion serta mengasah jiwa seni anak. Dengan seni anak anak akan belajar ihwal kebijaksanaan dan dengan passion anak-anak akan mempunyai pengalaman yang tak mungkin sama dengan anak yang lain, unik.

Mengasah Daya Imajinasi dan Kreatif Anak

Perkembangan teknologi banyak melenyapkan beberapa pekerjaan tetapi juga banyak memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru. Kunci utama bagi pendidik dan orangtua adalah mengasah daya imajinasi anak agar menjadi sosok yang kreatif. Jack ma berkata, seperti dilansir, “We have to teach our kids to be very, very innovative, very creative,” he said. “In this way, we can create jobs for our own kids.”

Tentu pernyataan Jack Ma itu menjadi input bagi dunia pendidikan bahwa ke depan akan banyak pekerjaan yang digantikan oleh mesin. Jack Ma tak ingin mengajarkan anak-anak berkompetisi dengan msein, karena itu pasti kalah, mesin lebih pintar dalam menghitung. Untuk itu Jack Ma mengajak agar kita mengajarkan sesuatu yang unik pada anak-anak.  Dunia pendidikan, baik itu lingkungan keluarga dan sekolah harus mengembangkan dan membangun daya imajinasi anak agar menjadi kreatif dan inovatif di masa yang akan datang. Karena dengan imajinasi keunikan dan kreativitas akan terawat.

Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Jack Ma mengatakan bahwa jika anak-anak ingin sukses di kemudian hari, maka membangun kecerdasan emosional adalah pondasi utama. Karena bagi Jack Ma, seberapa pintar seseorang tetapi tak bisa membangun kerjasama yang baik dengan orang lain, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam menghadapi kehidupan.

Apa yang telah Jack Ma katakan memang terbukti secara ilmiah. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa kesuksesan seseorang 80 % ditentukan oleh kecerdasan emosional, sementara kecerdasan intelektual hanya berkisar 6-20%.

Membangun Energi Negatif pada Setiap Anak

Jack Ma tak tertarik pada semua mata pelajaran yang ada di sekolah, kecuali mata pelajaran bahasa Inggris. Jack Ma mengakui sebab ketertarikan pada bahasa Inggris karena motivasi gurunya ketika mengajar yang selalu memberi energi positif dengan menyanjung dan memberikan kata-kata motivasi lainnya.

Sebaliknya, Jack Ma tak tertarik pada mata pelajaran lain, seperti Kimia, salah satu penyebabnya karena aura yang dipancarkan oleh gurunya. Jack Ma mengatakan bahwa guru Kimianya adalah sosok yang sangat serius dan selalu memberi kritik pedas.

Belajar dari pengalaman selama hidup, akhirnya Jack Ma berpesan pada semua guru, “Pengaruh guru pada anak-anak itu bisa bertahan seumur hidup. Memberi pujian sederhana itu akan sangat berpengaruh pada anak-anak. Guru yang baik itu bisa menemukan potensi utama yang terpendam dalam diri anak yang mungkin anak-anak tidak menyadarinya.”

Daftar Bacaan
Chen Wei, Jack Ma, Sisi Tak Terduga Sang Godfather Bisnis Cina, penerjemah Nadiah Abidin dan Inez Kriya Janitra, (Jakarta: Noura, 2017), hlm. 29.
Yan Qicheng, Jack Ma dan Alibaba, Sebuah Biografi tentang Bisnis dan Kehidupan, penerjemah Irene Christin (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2017),
techinasia.com
asiaone.com
money.cnn