Che Guevara Sang Revolusioner

Rated 4.00 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)
Harga Asli:Rp68.000
Harga Jual:Rp40.000
No. ISBN:9786024072568
Jml. Halaman:292 Halaman
Tahun Terbit:2017
Penerbit:Laksana
Penulis:Robert Junaidi

Didaksi Store−Kalau ada orang yang rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk membela negaranya tentu itu suatu hal yang lazim. Mereka lazim karena dari membela sebuah negeri dimana mereka lahir tumbuh dan berkembang. Menjadi unik ketika ada orang yang rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk membela negara orang dalam rangka melawan penindasan. Itulah Che Guevara, anak kelahiran Argentina tapi rela berjuang dan mengorbankan seluruh hidupnya untuk perjuangan di beberapa negara bagian Amerika latin hingga sisa hidupnya.

Che adalah pejuang revolusioner yang telah berhasil melipat batas-batas geografis. Penindasan tetap harus dilawan dimanapun itu berada. Persoalan bendera dan tempat tidak terlalu menjadi persoalan yang harus dibesar-besarkan oleh Che Guevara. Che mengabdi pada kemanusiaan dan mengutuk mereka para penindas. Selama masih ada sistem yang membelenggu nilai-nilai kemanusiaan, maka semua pola pikir, gerak,  dan bahkan hidup pun harus dipartaruhkan untuk melawan pembelengguan itu. Hidup tanpa perlawanan terhadap penindasana adalah bentuk kesia-siaan.

Andai saja Che hanya berjuang berdasarkan bendera, maka ia tak akan pernah ke Kuba, Peru, Bolivia dan beberapa negara Amerika latin lainnya. Andai saja Che tipologi aktivis yang oportunis dan pragmatis, maka tentu setelah berhasil menundukkan rezim Batista  dan menduduki jabatan penting di Kuba, sebagai Mentri Perindustrian, Che tak akan mengundurkan diri dari jabatannya dan melepas kewarganegaraannya. Tapi Che adalah manusia yang mengabdi pada kemanusiaan sehingga suara perih kaum tertindas selalu meraung-raung dan memanggil hatinya untuk bertindak melakukan penbebasan, dimana pun itu berada dan Che bukanlah aktivis haus kuasa dan harta sehingga saat kemapanan datang ia harus menegasikan.

Che adalah manusia yang ditakdirkan tidak mengenal kompromi. Che selalu tidak berkompromi dengan penindasan, apapun itu dalihnya. Partai bagi Che hanyalah sebuah alat untuk melakukan pembebasan. Kalau ada orang yang lebih memilih mengedepankan kebutuhan partai dibanding rakyat, maka Che tak segan-segan untuk menolaknya. Che selalu tampil lugas dan jujur tanpa dibuat-buat. Sifat ini bisa menjadi bomerang untuk mengkompromikan kepentingan tapi dibutuhkan untuk tameng bagi yang tertindas. Tak ada kamus kompromi bagi Che kalau itu menyangkaut harga diri kemanusiaan.

Di Kuba Che layaknya seorang Santo. Ia dipuja dan dipuji berkat komitmen dan perjuangan yang tak kenal pamrih, nyali dan sikap lugasnya yang tak dibuat-buat, dan kebijakan-kebijakan revolusionernya yang memberi angin kebebasan bagi kaum tertindas. Sebagaimana komitmen perjuangan Che yang tak mengenal bendera dan batas geografis, semanagat Che pun hingga kini berkobar dimana-mana. Che memang telah meninggal di Bolivia dengan eksekusi mengenaskan, tapi semangat revolusionernya terus menyala membakar jiwa kaum muda.

Che seakan hadir dimana-mana, gambar klasik siluet hitam Che Guevara berambut gondrong dan berbaret dengan latar merah itu, serta slogan-slogan pemberontakannya selalu hadir dalam setiap aksi kaum demonstran melawan penindasan. Che dengan gambar dan slogannya seakan telah hadir bersama untuk melawan penindasan. Terlepas dari sisi ikonik gambar yang kemudian jatuh dalam kubangan industri dan banyak dimamfaatkan oleh kaum kapital, gambar Che tetaplah menjadi sakral bagi mereka para pejuang revolusioner dan Che selalu menjadi acuan bagi kalangan aktivis gerakan.

Di Indonesia, saat rezim orde Baru berkuasa, menggunakan kaos bergambar Che adalah suatu hal yang tabu. Che bagi penguasa telah hadir sebagai pemberontakan itu sendiri. Meski hanya sekedar menggunakan kaos atau pelbagai souvenir lainnya yang berkaitan dengan Che, maka itu akan dianggap sebagai pemberontak. Che telah menjelma menjadi simbol dari pemberontakan itu sendiri. Mereka yang menggunakan kaos Che pada saat itu tentu juga tak hanya sekedar untuk bergaya, tapi mereka paham ihwal sejarah perjuangan dan spirit yang telah dilakukan Che. Che pada saat itu seakan menjadi nabi bagi kalangan aktivis untuk melakukan pemberontakan, tanpa bermaksud menenyampingkan beberapa tokoh revolusioner lainnya.

Seiring dengan perkembangan yang tidak terkendali ini, gambar Che dan slogannya saat ini memang banyak hadir dimana-mana, mulai dari kaos, topi, dan souvenir lainnya banyak diproduksi. Poster Che saat ini bukanlah suatu hal yang unik. Di beberapa trotoar dan jalan di pasar sudah banyak yang berjualan. Para aktivis menggunakan kaos dengan gambar Che sudah menjadi lazim. Tapi apakah mereka semua sadar bahwa apa yang digunakan dan dilihat dalam gambar Che menyimpan pesan revolusioner atau mereka hanya menjadi korban konsumtif dari industri kapitalistik?

Industrialisasi gambar ikonik Che memang tidak bisa terrelakkan. Beberapa keluarga Che sudah memberi perhatian ihwal itu. Mereka menuntut tentu bukan untuk mengambil keuntungan dari industrialisasi gambar Che, tapi justru akan menjadi sangat ironis apabila gambar Che hanya dijadikan sebagai sebuah komoditas yang tidak ada nilainya apa-apa kecuali hanya ingin meraup keuntungan yang besar. Dan sungguh ironis lagi apabila gambar Che hanya dijadikan sebuah gaya-gayaan oleh para aktivis gerakan tanpa dipahami pesan revolusioner Che dan diteladani sikap dan komitmennya untuk melawan penindasan.

Che memang bukan sosok nabi yang lepas dari segala bentuk dan salah. Che hanya sosok manusia berani yang juga kadang gelamur pada wanita dan sadis terhadap-musuh-musuhnya. Sejarah telah membuktikan bahwa semnagat revolusionernya Che melampaui sisi lain dari Che. Che tetap layak menjadi inspirasi bagi setiap orang, mulai dari aktivis gerakan, politisi pemegag kebijakan dan mereka yang peduli terhadap gerakan rakyat melawan penindasan. Che selalu layak dihadirkan dan dijadikan sebagai inspirasi untk melakukan perubahan-perubahan sosial.

Hanya saja sekarang banyak yang terjebak dalam kekaguman artifisial terhadap Che. Banyak orang yang menggunakan gambar Che tetapi tidak mengetahui peasn revolusioner Che, banyak mereka para pengambil kebijakan yang pada mulanya aktivis tetapi ketika menduduki tampuk kekuasaan tak membuat kebijakan yang revolusioner sebagaimana Che melakukan di Kuba dan banyak mereka yang bergerak menentang kebijakan tapi masih dikendalikan atau bahkan menghamba pada bendera, bukan atas nama memerdekakan manusia.

Buku ini hadir sebagai sebuah catatan singkat ihwal sejarah hidup Che, mulai dari masa kecil, perjalananya ke beberapa negara dan hikayat perang gerilya Che hingga berhasil menumbangkan rezim Batista. Buku ini juga mencoba mengungkapkan pesan-pesan politik Che melalui tafsir terhadap surat-surat Che atau pidato-pidatonya. Buku ini memang tidak secara sangat utuh mengungkapkan sejarah hidup Che, tapi paling tidak dalam setiap poin penting kehidupan Che mulai dari awal bisa terekam dan mampu membangkitkan memori dan komitmen kita untuk terus berjuang melawan penindasan. Ada begitu banyak pelajaran dari sejarah perjalanan hidup Che, mulai dari kehidupan keluarga dan teman-teman dekatnya, petualangan ke pelbagai negara, perang gerilya dan kebijakan revolusioner saat menduduki posisi penting di pemerintahan kuba.

1 review for Che Guevara Sang Revolusioner

  1. Rated 4 out of 5

    Levitra Vs Cialis Kamagra 100mg Amoxicillin With Milk Generic Propecia Side Effects viagra buy accutane online reviews Nebenwirkungen Von Viagra Forum Keflex Hcpcs Code cialis 20mg price at walmart Levitra Avantage Comprar Levitra Con Seguridad Europe Pharmacy Online viagra Buy Brand Name Viagra Sildenafil Citrate For Sell Free Samples Of Viagra And Cialis

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *