Rahasia Berbisnis Ala Rasulullah; Melayani sepenuh Hati

0
206

Didaksi.com-Salah satu rahasia berbisnis ala Rasulullah adalah melayani pelanggan dengan sepenuh hati alias cinta. Cinta adalah energi  dahsyat yang mampu menggerakkan sesuatu dari sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta bisa membuat seseorang yang sebelumnya pelit menjadi orang yang paling dermawan, orang yang sebelumnya sangat lemah menjadi orang kuat dan cinta membuat seseorang bersabar dalam sebuah penentian. Begitu dahsyatnya energi cinta dalam setiap elemen kehidupan sehingga mampu menggerakkan sesutau yang secara naral nihil menjadi mungkin. Itu semua karena cinta mampu merakit kepingan-kepingan energi yang tak tergantikan dan tak bisa dinalar.

.
Baca juga: 

Kunci Sukses Berdagang Ala Rasulullah; Pandai Bersyukur

Rahasia Berdagang Ala Rasulullah; Mengedepankan Kejujuran

9 dari 10 Pintu Rizki di Perdagangan; Anjuran Nabi Muhammad untuk Berdagang

Cinta menjadi mutiara paling mahal di dunia ini. Kalau seseorang sudah mampu mencintai sesuatu dengan total, maka yang akan terpikirkan adalah upaya untuk senantiasa memberi dan memberi. Kalau orang sudah mampu bekerja yang digerakkan oleh energi cinta, maka itu juga akan berdampak pada kesuksesan. Inilah yang pernah dilakukan Rasulullah dalam melakukan bisnis. Sukses Rasulullah dalam melakukan proses perdagangan salah satu kekuatannya karena ditopang oleh energi cinta.

Menurut  Laode ‘mutiara termahal’ yang ada dalam dunia bisnis dan entrepreneur adalah cinta. Cintalah yang menggerakkan seorang businessman dan entrepreneur dari zero to hero, dari miskin menjadi kaya, dari gagal menjadi sukses Cintalah yang menjadi energi dahsyat kesuksesan tak terbatas keberhasilan hidup tak terperikan dan lompatan bisnis tak terbayangkan. Dan ternyata, cinta pulalah yang menjadikan bisnis Rasulullah begitu maju pesat. Rasulullah dikenal sebagai businessman ulung yang mencintai pelanggannya. Rasa cinta itulah yang menggerakkan beliau untuk memberikan pelayanan maksimal kepada mereka, untuk selalu berlaku jujur demi kepuasan pelanggan[1].

Rasulullah tidak pernah marah pada pelanggan dan rekan bisnisnya. Bahkan terhadap orang yang sanagat membeci pun beliau tetap membalas dengan penuh cinta. Rasulullah selalu melayani dengan cinta yang tulus terhadap pelangganya. Beliau adalah sosok yang sangat piawai dan ramah dalam memberi perhatian pada pelangganya. Pelanggan pun juga akan loyal dan setia juga terhadap Rasulullah.

Melayani

Ekpresi kecintaannya terhadap pelanggan beliau tunjukkan ketika menunggu pembelinya, Abdullah bin Abdul Hamzah selama tiga hari. Abdullah bin Abdul Hamzah mengatakan: “Aku telah membeli sesuatu dari Nabi sebelum beliau menerima tugas kenabian, dan karena masih ada suatu urusan dengannya maka menjanjikan untuk mengantarkan padanya, tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, aku pun pergi ke tempat tersebut dan menemukan Nabi masih berada disana”. Nabi berkata, “Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini selama tiga hari menunggumu” (HR. Abu Dawud).

Bisa kita bayangkan seorang pedagang yang menunggu pelangganya selama tiga hari dan tak ada rasa marah pun dalam diri Rasulullah. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah begitu mencintai dan sangat setia terhadap pembeli. Rasululullah dari hadit tersebut seakan menegaskan bahwa seorang pedagang adalah pelayan yang setia dan penuh cinta untuk melayani konsumen sebagai seorang raja. Seorang pedagang dalam keadaan bagaimana pun selalu dituntut untuk memberikam yang terbaik pada pembeli atau pelanggan.

Dalam jagad bisnis yang kita hadapi bukanlah benda mati layaknya mesin yang bersifat mikanik. Tapi yang dihadapi adalah manusia. Ketika berhadapan dengan manusia maka energi cinta menjadi kunci utama untuk melahirkan pelayanan yang tulus, penuh komitmen dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang akan lahir ketika kita mencitai pekerjaan. Lahirnya nilai-nilai itu , maka secara konstan manusia akan timbul rasa memberi juga dengan sepenuh hati. Mereka juga akan memberikan segalanya untuk kita.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita mencinta seseorang, maka segela sesuatu yang kita punya akan diberikan dengan sepenuh hati. Segala upaya akan kita berikan dengan penuh ketulusan, komitmen dan akan selalu berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik. Ini tak hanya bisa berlaku dalam kehidupan personal, tapi juga terjadi dalam jagad bisnis. Bagaimana kekuatan cinta terhadap seuatu pekerjaan mampu mengikat hati seseorang mampu memberi kesenangan kepada orang lain.

Tim Sanders, Chief Solution officer di yahoo, pernah menegaskan bahwa untuk berhasil dalam dunia bisnis seseorang haru smenjadi ‘lovecet’. Lovecet adalah seseorang yang pintar, bisa menyenagnkan orang lain serta mampu mencintai dengan sepenuh hati. Seorang lovecat adalah mereka yang selalu menimba pengetahuan secara terus menerus, terus menjala dan merakit relasi dengan banyak orang dan yang terpenting juga mampu berempati dengan orang lain. Tiga elemen ini akan senantiasa dengan baik apabila kita bisa mencintai sebuah pekerjaan dengan baik.

Untuk itulah, bagi siapapu yang ingin sukses dalam bidang pekerjaan, lebih-lebih dalam konteks berbisnis, maka tanamkanlah rasa cinta terlebih dahulu. Cintailah pekerjaan dengan sepenuh hati. Tapi mencintai pekerjaan bukan berarti lupa diri untuk beribadah dan meakukan kewajiban-kewajiban lain. Mencintai pekerjaan adalah melakukan aktivitas dengan sepenuh hati dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Energi cinta inilah yang membuat sesuatu yang tak mungkin akan menjadi sangat mungkin.

[1] Baca Leoda Kamaluddin, PHd, Cerdas Bisnis Cara Rasulullah, (Yogyakarta: Richmuslim, 2007)hlm. 34

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here